Manfaat pemanis buatan untuk penderita diabetes

Pemanis buatan untuk penderita diabetes banyak di produksi, hal ini bisa memberikan keuntungan bagi penderita diabetes agar dapat menikmati rasa manis tanpa harus takut kadar gulanya naik. Industri makanan telah menghasilkan solusi untuk orang-orang yang diet atau memiliki diabetes. Mereka memiliki produk dikenal sebagai pemanis buatan yang bisa digunakan dalam segala hal mulai dari permen karet, pemanis kopi, dan bahkan kue. Ada beberapa kontroversi mengenai penggunaannya karena beberapa di antaranya benar-benar sintetis dan yang lainnya berasal dari pabrik gula yang sebenarnya. Tapi bagi penderita diabetes yang tidak mau meninggalkan makanan manis favorit mereka, pemanis ini bisa menjadi solusi bagi mereka.

Empat jenis pemanis buatan diantaranya adalah sakarin, aspartam, sucralose, kalium acesulfame. Masing-masing jenis ini dapat ditemukan di bawah berbagai nama dan merek produk. Tidak semua dibuat dengan cara yang sama dan mereka memiliki kegunaan yang berbeda. Beberapa yang bisa Anda beli dalam bentuk cair atau bubuk untuk kebutuhan baking dan lain-lain.

Penggunaan pemanis buatan ini tidak akan meningkatkan gula darah dan aman dikonsumsi penderita diabetes. Namun perlu diperhatikan lagi, karena makanan yang Anda masukkan gula ini juga kemungkinan besar akan berpengaruh pada gula darah Anda. Anda masih harus ikuti diet diabetes, namun bisa dikombinasikan menggunakan pemanis buatan untuk membuatnya sedikit lebih manis.

Beberapa penderita diabetes mungkin ingin menggunakan madu sebagai pengganti gula. Anda tentu bisa membuat substitusi ini, bagaimanapun, madu sangat mirip dengan gula dalam kandungan karbohidrat dan efeknya terhadap kadar glukosa darah Anda. Yang terbaik adalah menikmati madu dengan jumlah sedikit bahkan kalau bisa juga menghindarinya.

Aspartam telah dikaitkan dalam beberapa penelitian medis dengan penyakit Alzheimer. Bicaralah dengan dokter Anda tentang manfaat dan risiko penggunaan pemanis buatan jika Anda memiliki kekhawatiran tentang potensi risiko terhadap kesehatan Anda.

Image Credit : https://goo.gl/PfCJ5K

Comments