Manfaat daun oregano untuk kesehatan dan efek sampingnya

Manfaat daun oregano untuk kesehatan telah digunakan selama berabad-abad, yang awalnya digunakan oleh orang-orang Yunani untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Oregano digunakan untuk menyembuhkan penyakit di zaman kuno, diantaranya berbagai macam kondisi dari kejang sampai gagal jantung.

Pada abad ke-19, dokter herbal menjadikan oregano sebagai tonik kesehatan umum sekaligus untuk mempromosikan menstruasi. Nama oregano berasal dari dua kata Yunani oros dan ganos. Oregano juga dikenal dengan nama umum lainnya, marjoram liar dan marjoram. Nama ilmiah oregano adalah Origanum vulgare.

Manfaat oregano untuk kesehatan di masa kini


Sifat antijamur


Saat ini, penelitian telah menunjukkan bahwa oregano memiliki banyak khasiat bermanfaat. Oregano telah digunakan untuk pengobatan kandidiasis kronis melalui khasiat antijamurnya. Idealnya untuk penyakit khusus ini, kapsul oregano yang dilapisi enterik direkomendasikan untuk memastikan bahwa tablet melewati perut dan hancur di usus.

Sistem pencernaan


Suplemen Oregano juga bisa digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan, mulas, dan keasaman lambung yang rendah. Oregano bantu dengan mengurangi gas di perut sekaligus menenangkan perut yang bergolak.

Sifat antimikroba


Sifat antimikroba dan antijamur oregano dikaitkan dengan timol dan carvacol. Studi klinis telah menunjukkan oregano sangat efektif dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Studi klinis tambahan menunjukkan bahwa minyak oregano memiliki sifat anti-mikroba terhadap sejumlah besar bakteri termasuk Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Salmonella enterica dan Staphylococcus aureus.

Kandungan oregano


Oregano dapat dibudidayakan di seluruh dunia, namun tanaman ini berasal dari Mediterania. Untuk treatment herbal, daun tanaman oregano serta minyak atsirinya digunakan untuk keperluan medis. Oregano kering banyak mengandung zat penting, termasuk sekitar 3% minyak esensial volatil. Selain minyak atsiri, konstituen lainnya meliputi carvacrol, thymol, borneol, rosmarinic acid, triterpenoid, yang merupakan asam ursolik dan oleanolic, sterols, vitamin A, vitamin C

Cara menggunakan oregano


Oregano dapat diberikan dengan berbagai cara untuk mendapatkan efek menguntungkannya. Cara yang umum untuk mengelola oregano adalah menjadikannya sebagai teh. Teh oregano bisa dibuat dengan oregano segar atau kering. Sekitar 1 sampai 2 sendok teh, yaitu 5 sampai 10 gram, harus direndam dalam air panas selama kurang lebih 10 menit. Dosis yang dianjurkan teh oregano adalah sampai tiga kali sehari.

Minyak oregano dapat dioleskan secara topikal untuk pengobatan infeksi mikroba, seperti infeksi kaki atlet atau jamur lainnya. Minyak oregano perlu diencerkan sekitar 50% atau lebih sebelum digunakan dan bisa digunakan dua kali sehari. Minyak oregano tidak boleh digunakan secara internal karena hal ini belum dipelajari dari aspek keamanannya.

Oregano juga bisa dikonsumsi sebagai tablet, tablet atau kapsul berlapis enterik, yang bisa dibeli dari toko suplemen herbal atau online. Kapsul dan tablet Oregano akan hancur di perut, sementara tablet berlapis enterik akan hancur di usus.

Catatan dan efek samping oregano


Daun Oregano telah banyak dipelajari dan terbukti menjadi suplemen herbal yang sangat aman tanpa risiko yang diketahui per Komisi E Jerman dan American Herbal Products Association. Tak satu pun dari asosiasi ini memiliki informasi yang tercantum mengenai keamanan minyak atsiri oregano.
Studi klinis belum dilakukan dengan menggunakan minyak oregano. Ada kekhawatiran untuk menggunakan minyak ini secara internal karena fakta bahwa secara alami sangat terkonsentrasi.

Penggunaan minyak atsiri pada umumnya tidak boleh digunakan pada wanita hamil, karena minyaknya bisa sampai ke bayi. Minyak bisa digunakan secara topikal, tapi harus diencerkan karena bisa membuat sedikit tidak nyaman pada kulit. Minyak ini juga merupakan iritasi kuat pada selaput lendir di tubuh. Dengan demikian, minyak ini tidak boleh diterapkan pada selaput lendir apapun. Siapapun dengan kulit yang rusak atau sensitif, serta anak di bawah dua tahun, sebaiknya tidak menggunakan minyak oregano secara topikal pada kulit.
CATATAN PENTING : Informasi dalam website ini bersifat edukasi dan untuk wawasan saja. Jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter / tenaga medis.
Image Credit : https://goo.gl/G5qbd9

Comments