6 Tanda dan gejala asam lambung naik ke dada

Anda perlu mengenali gejala asam lambung naik ke dada, sehingga bisa dilakukan tindakan sedini mungkin. Karena jika asam lambung yang naik ke dada tidak disadari dan dibiarkan begitu saja, maka bisa berakibat fatal pada paru-paru dan kesehatan tubuh Anda. Lanjutkan membaca artikel ini untuk mengetahui 6 gejala asam lambung naik ke dada.

Penyakit asam lambung naik adalah suatu kondisi dimana asam lambung secara abnormal mengalami refluks atau mengalir ke dalam kerongkongan. Fenomena ini tidak biasa dialami kebanyakan orang, dan biasanya terjadi terutama setelah makan.

Proses asam lambung naik ke dada


Tubuh kita menggunakan asam lambung untuk memecah makanan yang kita makan. Biasanya, setelah pencernaan di perut, makanan tersebut disampaikan oleh otot-otot pencernaan ke usus untuk pencernaan ekstra. Tetapi pada pasien yang memiliki penyakit asam lambung, isi asam di perut dialirkan kembali ke kerongkongan, yang kemudian menyebabkan radang. Rokok, alkohol, kafein, kehamilan, dan makanan berlemak merupakan beberapa faktor yang memperburuk kondisi asam lambung naik.

Pengetahuan kita saat ini tentang asam lambung naik atau acid reflux berdasarkan penelitian medis mengatakan bahwa penyakit ini biasa terjadi pada pria dan wanita. Tidak ada pengaruh faktor jenis kelamin. Kemudian, prevalensi asam lambung atau acid reflux lebih sering terjadi pada orang berusia 40 tahun atau lebih.

Gejala asam lambung naik


Gejala asam lambung naik mungkin khas atau atipikal. Namun berdasarkan diagnosis pasien asam lambung naik, hanya 70% dari mereka yang memiliki gejala khas penyakit ini. Gejala khasnya biasanya menyangkut indikator yang terkait dengan kerongkongan. Gejala tersebut meliputi:

Rasa panas di perut hingga leher (Heartburn)




Ini adalah kondisi di mana pasien merasakan perasaan terbakar yang menyakitkan di kerongkongan. Rasa sakit sering berkembang di dada dan bisa membengkak ke leher atau tenggorokan. Hal ini kemungkinan besar terjadi sehubungan dengan aktivitas setelah makan berat, mengangkat, membungkuk, dan berbaring. Berdasarkan satu penelitian, sekitar 75% penderita acid reflux mengalami gejala ini di malam hari. Seseorang yang mengalaminya di malam hari juga cenderung mengalami nyeri yang lebih keras daripada mereka yang gejalanya terjadi di lain waktu.

Dispepsia


Penelitian menunjukkan bahwa sekitar setengah pasien asam lambung naik (acid reflux) memiliki dispepsia. Ini adalah sindrom yang terdiri dari rasa sakit di perut bagian atas, mual setelah makan, dan kekenyangan di perut. Namun ini bukan gejala utama, karena mereka yang menderita dispepsia bukan berarti memiliki asam lambung naik / acid reflux.

Regurgitasi


Inilah saat isi lambung kembali masuk ke faring dan terkadang sampai ke mulut. Dalam kasus di mana asam telah tumpah ke pohon trakeobronkial, komplikasi pernafasan dapat distimulasi.


Ada banyak contoh, meskipun, pasien asam lambung naik tidak menunjukkan gejala seperti regurgitasi dan maag. Sebagai gantinya, mereka mengalami gejala atipikal atau ekstraesofagus yang meliputi:

Gejala Tenggorokan


Meski hal itu tidak biasa terjadi, pasien asam lambung naik menderita gejala yang terjadi di tenggorokan. Suara serak, rasa tersumbat di tenggorokan, batuk kering dialami oleh mereka yang menderita radang lambung, gejala tenggorokan. Pasien juga bisa mengalami kesulitan menelan, suatu kondisi yang dikenal dengan disfagia. Dalam kasus kritis, makanan bisa terperangkap di tenggorokan atau bahkan tersedak, yang bisa menyebabkan rasa sakit di dada yang parah. Gejala tenggorokan lainnya adalah sakit tenggorokan kronis dan cegukan terus-menerus.

Mual dan Muntah


Bila pasien menderita mual yang bertahan selama berminggu-minggu, dia mungkin mengalami acid reflux. Ada beberapa kejadian dimana muntah bisa terjadi sesering sehari sekali.

Gejala Pernapasan


Batuk dan mengi dihitung sebagai gejala pernafasan. Ini hasil dari overrunning asam lambung ke batang trakeobronkial yang menciptakan bronkokonstriksi.

Penyakit asam lambung naik (acid reflux) bisa berlangsung selama beberapa bulan jika tidak diberikan perawatan medis yang tepat. Pengobatan obat mungkin hanya diperlukan dalam waktu singkat. Tapi bila gejala cenderung berulang terjadi, penggunaan obat mungkin harus diaplikasikan kembali.
CATATAN PENTING : Informasi dalam website ini bersifat edukasi dan untuk wawasan saja. Jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter / tenaga medis.
 Image Credit : https://goo.gl/hmYZsX 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "6 Tanda dan gejala asam lambung naik ke dada"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel