Asam lambung tinggi menyebabkan sesak nafas atau asma

Ada keterkaitan asam lambung tinggi menyebabkan sesak nafas. Hal ini ketika asam lambung diperut naik ke kerongkongan akan membuat kondisi pernapasan terganggu, sehingga terjadi sesak napas atau asma. Lanjutkan membaca artikel ini untuk mengetahui bagimana asam lambung bisa menyebabkan sesak nafas.

Salah satu dari banyak kondisi yang diderita pria adalah asma. Asma adalah penyakit yang terkenal yang ditandai dengan kesulitan bernapas, dengan gejala seperti sesak nafas, gangguan aliran udara, dan sering terjadinya alergi, rangsangan hiper responsif, dan episode nokturnal.

Penyakit lain yang berkaitan dengan asma adalah GERD atau penyakit refluks gastro-esofagus yang dikenal sebagai asam lambung naik atau acid reflux. Anda mungkin memiliki acid reflux jika mengalami sakit maag lebih dari dua kali setiap minggu. Maag adalah gejala refluks asam. Sensasi ini disebabkan oleh asam lambung yang membakar dinding kerongkongan.

Kedua penyakit ini dikatakan agak saling terhubung. Namun, belum ada studi konklusif mengenai masalah ini. Apa yang kebanyakan dokter tahu sekarang adalah bahwa acid reflux memperburuk asma. Bagaimana ini bisa terjadi?

Bila acid reflux tetap tidak diobati, penyakitnya akan semakin memburuk. Asam lambung naik akan terus naik sampai mencapai mulut. Tapi sebelum sampai ke mulut, paru-paru akan terpengaruh terlebih dahulu.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan memasukkan asam ke dalam asupan orang-orang asma, hal itu memperburuk asma mereka. Jadi mereka sampai pada kesimpulan bahwa orang-orang penderita asma lebih sering menderita GERD. Mereka lebih jauh menjelaskan bahwa ini disebabkan oleh perubahan dada akibat tekanan besar setiap kali orang bernafas. Tekanan tinggi dikatakan memaksa cairan perut untuk menempuh jalur yang salah.

Orang yang menderita asma harus menghindari asam lambung naik, tapi kenyataannya yang menyedihkan adalah bahwa mereka adalah orang-orang yang paling rentan terhadapnya.

Studi tentang hubungan kedua penyakit ini masih terus dilakukan karena beberapa orang menduga bahwa jika acid reflux efektif diobati, asma juga harus lebih baik. Tapi mereka kecewa dengan hasilnya.

Jadi jika Anda didiagnosis menderita asma, dan Anda berpikir bahwa Anda juga memiliki acid reflux, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Mereka akan banyak membantu Anda mengatasi masalah asma Anda, juga refluks asam Anda. Jangan pernah minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda.

Dokter dapat memberi Anda obat-obatan seperti adrenalin dan hidrokortison. Ini dikenal sebagai pencegahan penyakit asma. Jika Anda bisa mencegah asma, mungkin juga mencegah asam lambungnya juga. Sebagian besar obat-obatan lebih baik dikonsumsi dengan cara dihirup (obat asma) karena memiliki efek samping lebih sedikit pada tubuh. Obat lain juga membantu asma, tapi sekali lagi ingat untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Asma berubah selama masa hidup seseorang. Beberapa anak mengatasi asma, tapi kemudian, biasanya muncul kembali. Orang dewasa yang menderita asma terkadang tidak pernah terbebas dari asma, meski mereka menggunakan obat. Tujuannya sekarang adalah untuk meminimalkan peradangan saluran napas.

Apakah Anda memiliki acid reflux atau asma, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah mendapatkan perawatan yang tepat. Jangan menunggu sampai saat situasi semakin parah. Saatnya bertindak sekarang, sadar akan penyakitnya, dan bagaimana cara kerjanya.
CATATAN PENTING : Informasi dalam website ini bersifat edukasi dan untuk wawasan saja. Jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter / tenaga medis.
Image Credit : https://goo.gl/WBFnhi

Comments