3 Manfaat serat makanan bagi kesehatan tubuh kita

Fungsi dan manfaat serat makanan bagi kesehatan diantaranya membantu kesehatan jantung, diabetes, pencegahan kanker, dan bahkan pengendalian berat badan. Bagaimana serat makanan ini bekerja untuk kesehatan tubuh? Lanjutkan membaca artikel ini hingga tuntas untuk mengetahui manfaat serat makanan bagi kesehatan.

Cara kerja serat makanan


Yang kurang dipahami adalah bagaimana berbagai jenis serat dapat mempengaruhi tubuh. Beberapa membuat lancar buang air besar, beberapa diserap lebih cepat ke dalam aliran darah, dan dengan demikian meningkatkan kadar gula darah lebih cepat, namun ada pula yang memberi manfaat bagi jantung.

Jadi, terlepas dari kesederhanaannya, serat adalah zat yang kompleks untuk dibahas. Dan sementara semua jenis serat penting bagi tubuh manusia, jika Anda ingin mencegah atau mengendalikan kondisi tertentu, tidak cukup hanya melihat serat makanan total seperti yang tertulis pada kemasan makanan.

Jenis serat makanan


Serat makanan secara luas diklasifikasikan menjadi serat larut dan tidak larut. Serat larut difermentasi di usus besar, dan berperan memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah. Ini juga mendorong pertumbuhan bakteri baik yang membantu memecah empedu, dan terlibat dalam penciptaan vitamin B seperti asam folat, niasin, dan piridoksin.

Serat yang tidak larut, di sisi lain, bekerja sedikit seperti pembersih usus. Ini membuat mudah buang air besar, dan memastikan mereka melewatinya dengan mudah dan cepat. Ini adalah jenis serat yang membuat Anda teratur buang air, yang merupakan serat yang tidak larut.

Serat yang tidak larut memang memberi perasaan kenyang. Hal ini bermanfaat besar untuk menurunkan berat badan dan mengendalikan rasa lapar. Ini juga membuat kadar gula darah lebih stabil, meskipun penelitian tingkat karbohidrat yang masuk ke aliran darah telah diketahui ada beberapa perbedaan signifikan dalam makanan yang membentuk kelompok serat. Serat makanan dapat dinilai Indeks Glikemiknya, yang secara efektif memberi peringkat makanan yang mengandung serat dalam skala normal.

Serat mempengaruhi diabetes


Makanan dengan indeks glisemik tinggi menyebabkan kadar gula darah melonjak, memberi terlalu banyak energi pada darah dalam bentuk karbohidrat, yang pada gilirannya memicu hormon pengendali gula tubuh (insulin). Kondisi kadar gula tinggi yang diikuti dengan penurunan kondisi fisik. Hal ini pada gilirannya membuat tubuh menginginkan lebih banyak karbohidrat untuk menyeimbangkan dirinya lagi, yang menyebabkan rasa ingin makan dan makan berlebihan, serta kelelahan dan kemurungan.

  • Makanan dengan indeks glisemik rendah termasuk kacang lentil, buncis, kacang panggang, roti buah, sushi salmon, jelai, susu, custard rendah lemak, susu kedelai, yoghurt (bukan yoghurt diet), apel, stroberi, anggur, spaghetti, kacang polong, wortel, fruktosa, selai stroberi, dan susu coklat.
  • Makanan indeks glikemik moderat meliputi sup kacang, roti gandum, bubur, muesli, es krim, pisang, nanas, buah kiwi, kentang baru, bit, gula putih, dan madu.
  • Makanan indeks glikemik tinggi meliputi kacang panjang, bagel, roti putih, beras merah, semangka, mie udon, desiree, pontiac, kentang dan glukosa.

Kita membutuhkan serat larut dan tidak larut. Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa dalam kelompok 6000 pria dan wanita Prancis, mereka dengan tingkat serat larut tertinggi dalam makanan mereka memiliki risiko lebih rendah terkena kelebihan berat badan, risiko lebih rendah terkena tekanan darah, masalah kolesterol, dan kadar triasilgliserol dan homosistein lebih baik. Dua yang terakhir adalah ukuran kesehatan jantung.

Serat makanan menurunkan berat badan


Serat dari sereal dikaitkan dengan menurunkan lemak tubuh, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan kadar homosistein. Mereka yang memiliki asupan sayuran lebih tinggi, juga sumber serat, memiliki tekanan darah rendah dan tingkat homosistein lebih rendah. Serat dari buah segar dikaitkan dengan rasio pinggang dan pinggul yang lebih rendah (hal ini menjadi kabar baik bagi pelaku diet!), Dan tekanan darah rendah.

Dan serat dari buah kering, kacang-kacangan, dan biji-bijian (seperti biji wijen, biji bunga matahari, dan biji labu) juga mengecilkan ukuran pinggang, lemak tubuh bagian bawah, dan konsentrasi glukosa yang lebih baik. Puasa glukosa berhubungan dengan mengkonsumsi kadar glukosa di antara waktu makan.

Menurunkan kolesterol


Serat memiliki manfaat menarik lainnya. Pada orang dengan diabetes tipe 2, telah ditemukan menurunkan kadar kolesterol jahat, dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Sudah ditetapkan bahwa suplemen serat akan menurunkan kadar kolesterol jahat pada seseorang, apakah mereka menderita diabetes atau tidak. Namun studi baru-baru ini menemukan bahwa suplemen serat juga menurunkan penyerapan kolesterol dari makanan.

Untuk mendapatkan manfaat ini, penting untuk mengkonsumsi suplemen serat selaras dengan makanan. Peserta studi mengkonsumsi minuman suplemen serat sebelum waktu makan, dan ini memastikan bahwa serat itu ada di usus saat makanan itu dimakan. Orang-orang dalam penelitian ini berpartisipasi selama 90 hari dan usia rata-rata mereka adalah 59 tahun.
CATATAN PENTING : Informasi dalam website ini bersifat edukasi dan untuk wawasan saja. Jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter / tenaga medis.
Image Credit : https://goo.gl/KZKor9

0 Response to "3 Manfaat serat makanan bagi kesehatan tubuh kita "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel