Makanan sehat untuk penderita penyakit crohn

Ketika usus kecil atau usus halus mengalami peradangan, makan hal ini merupakan penyakit Crohn yang mengakibatkan usus menjadi kurang mampu sepenuhnya mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan. Nutrisi yang tidak terserap seperti garam empedu dapat langsung menuju ke usus besar dengan berbagai tingkatan, tergantung pada seberapa parah usus halus mengalami peradangan. Ini adalah salah satu alasan mengapa orang-orang yang menderita penyakit Crohn menjadi kekurangan gizi, selain itu juga tidak memiliki nafsu makan yang besar.

(sumber gambar : cloudinary.com)

Selain itu, makanan yang tidak tercerna dengan sempurna menuju ke usus besar menyebabkan gangguan konversi air, itupun jika usus besar sendiri tidak rusak. Dengan demikian ketika penyakit Crohn mempengaruhi usus kecil, hal ini dapat menyebabkan diare serta kekurangan gizi. Bahkan jika usus besar juga mengalami peradangan, diare bisa menjadi lebih parah.

Orang dengan penyakit Crohn yang dipengaruhi usus kecil, cenderung menjadi kekurangan gizi disebabkan hilangnya nafsu makan, pencernaan yang buruk dan malabsorpsi. Dan fakta bahwa penyakit kronis seperti Crohn cenderung meningkatkan kebutuhan kalori tubuh akibat energi tubuh yang digunakan selama peradangan.

Dengan mendapatkan nutrisi yang baik adalah salah satu cara mengembalikan dan menyembuhkan kondisi tubuh. Oleh karena itu, setiap upaya harus dilakukan dengan menghindari terjadinya kekurangan gizi. Protein adalah elemen kunci dalam proses pemulihan. Mengkonsumsi protein yang sehat seperti ayam dan ikan. Kekurangan protein dapat menyebabkan kelelahan, resistensi insulin, dan hilangnya massa otot.

Kekurangan zat besi merupakan hal yang umum terjadi pada penderita colitis ulseratif  dan penyakit crohn,  serta kurang umum terjadi pada penderita penyakit usus kecil atau usus halus biasa. 

Dampaknya adalah mulai dari kekurangan darah merah yang diikuti dengan peradangan dan ulserasi pada usus besar. Cobalah untuk konsumsi makanan yang kaya zat besi seperti unggas, olahan kedelai, dan beberapa makanan yang difortifikasi seperti sereal gandum utuh dengan buah dan sayuran yang kaya vitamin c seperti kentang, brokoli, kembang kol, kubis Brussel, paprika merah dan hijau, dan kubis. Kolaburasi makanan ini dapat meningkatkan penyerapan besi, dan vitamin C memberikan sistem kekebalan tubuh.

Kemudian batasi konsumsi makanan tinggi serat tertentu seperti kacang-kacangan, biji-bijian, serta jagung. Makanan berserat tinggi juga menimbulkan kontraksi setelah makanan tersebut memasuki usus besar dan dapat menyebabkan kram sebagai akibatnya. Makanan berserat juga dapat menyebabkan diare, karena makanan tersebut tidak benar-benar dicerna oleh usus kecil. Kadang konsumsi makanan rendah serat yang diperlukan untuk meminimalisir gejala kram dan nyeri perut.

Hal ini juga mungkin diperlukan untuk melengkapi menu makanan Anda dengan suplemen gizi untuk memastikan tubuh Anda mendapatkan jumlah vitamin dan mineral yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.